Alasan Harga Beberapa Jenis BBM Naik sampai Rp 750 per Liter - Bank Cara: Alasan Harga Beberapa Jenis BBM Naik sampai Rp 750 per Liter

Thursday, April 26, 2018

Alasan Harga Beberapa Jenis BBM Naik sampai Rp 750 per Liter

Alasan Harga Beberapa Jenis BBM Naik sampai Rp 750 per Liter
Alasan Harga Beberapa Jenis BBM Naik sampai Rp 750 per Liter - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Harga Pertamax Series naik sekitar Rp 300 per liter hingga Rp 750 per liter, tepat 24 Februari 2018 kemarin. Saat ini Pertamax dijual seharga Rp 8,900 per liter, dari sebelumnya Rp 8.600 per liter.

Alasan Pertamina Kenapa Harga Beberapa Jenis BBM Naik sampai Rp 750 per Liter - Bankcara.com

Harga Pertamax Turbo saat ini mencapai Rp 10,100 per liter atau naik Rp 500 dari harga sebelumnya sebesar Rp 9.600 per liter. Pertamina Dex juga mengalami kenaikan harga sebesar Rp 750 per liter menjadi Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 9.250 per liter.

BBM jenis Dexlite saat ini dijual seharga Rp 8.100 /liter. Harga Dexlite naik sebesar Rp 600/liter dari harga sebelumnya yang dipatok Rp 7.500/liter.

VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, kenaikan harga BBM jenis Pertamax dipengaruhi harga minyak mentah dunia. "Karena harga crude-nya," kata Adiatma, Minggu (25/2).

Berdasarkan data Tim Harga Minyak Indonesia, harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Januari 2018 memang mengalami kenaikan jika dibandingkan Desember 2017. Seperti Dated Brent naik sebesar 4,99 dollar Amerika Serikat (AS) per barel dari 64,19 dollar AS per barel menjadi 69,18 dollar AS per barel.

Brent (ICE) juga naik sebesar 4,99 dollar AS per barel dari 64,09 dollar AS per barel menjadi 69,08 dollar AS per barel. WTI (Nymex) naik sebesar 5,72 dollar AS per barel dari 57,95 dollar AS per barel menjadi 63,67 dollar AS per barel.

Harga Pertalite tetap sama

Meski demikian, ada BBM yang tak mengalami kenaikan harga, misalnya Pertalite dan Pertamax Racing. Pertamina masih menjual Pertalite seharga Rp 7.600 per liter. Sementara Pertamax Racing dijual seharga Rp 42,000 per liter. Menurut Adiatma pihaknya tidak menaikkan harga Pertalite karena sebelumnya, harga bahan bakar jenis itu telah naik terlebih dahulu.

"Kemarin sudah naik duluan," ungkap Adiatma.

Berdasarkan data BPH Migas, harga Pertalite memang sempat mengalami kenaikan di awal Februari ini. Harga Pertalite sebelumnya sebesar Rp 7.500 per liter naik sebesar Rp 100 liter menjadi Rp 7.600 liter pada 1 Februari 2018.

Terkait harga BBM, akhir tahun lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan tidak ada kenaikan harga setidaknya hingga 31 Maret tahun ini. Namun, BBM yang dipastikan tidak ada kenaikan tersebut adalah gasoline RON 88 atau premium dan gas oil 48 atau solar. Pernyataan Jonan kala itu sekaligus juga untuk menepis isu pemerintah bakal menaikkan harga BBM seiring tingginya harga minyak dunia.

"Sedangkan harga eceran BBM untuk gasoline RON 88 atau Premium dan gas oil 48 atau Solar itu sama atau tidak naik untuk periode 1 Januari sampai 31 Maret 2018," kata Jonan di kantornya akhir tahun lalu.

Tarif Listrik juga Naik

Selain BBM, Kamis (22/2) lalu, Ignasius Jonan mengatakan jika pemerintah menargetkan tidak akan menaikkan tarif listrik hingga akhir 2019. Menurutnya, hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dengan adanya kestabilan harga tarif listrik diharap bisa menjaga kestabilan ekonomi hingga dua tahun mendatang.

"Saya bertemu dengan Presiden Joko Widodo minggu lalu, dan beliau mengatakan untuk berupaya mempertahankan tarif listrik hingga akhir 2019," terang Jonan.

Jonan menampik permintaan itu ada kaitannya dengan pelaksanaan pemilihan umum di 2019. Menurut dia, pertimbangan utama permintaan Presiden untuk menjaga kestabilan harga listrik adalah kemampuan masyarakat dalam menyerap energi listrik.

"Saya kira bukan karena pemilihan presiden tapi lebih karena pemerintah mempertimbangkan kemampuan penyerapan listrik oleh masyarakat," sebut dia. Pemerintah pada awal tahun ini telah menetapkan tidak akan ada kenaikan tarif BBM dan listrik hingga Maret 2018.

Untuk saat ini tarif listrik untuk golongan rumah tangga 900 VA-RTM sebesar Rp 1.352/kWh sementara untuk golongan 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 hingga 5.500 VA kemudian 6.600 VA ke atas serta 6.600 VA hingga 200 kVa dikenakan tarif per kWh sebesar Rp 1.467,28.

0 Komentar

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan konten artikel

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *